Kerinduan

Artikel Tamu

.

Salam Takzim

Sahabat dan pembaca DeFOC.Wordpress yang berbudi

Pada bait terakhir lagu elegi esok pagi yang disuarakan oleh Ebiet G. Ade, kata kerinduan menjadikan makna yang cukup dalam bagi batavusqu. Terinspirasi dari pujangga dan sastrawan sederhana pak Sobary kata kerinduan menggelitik Batavusqu untuk menyetir pelananya dalam dunia maya.

Barangkali di tengah telaga
Ada tersisa butiran cinta
Dan semoga kerinduan ini
Bukan jadi mimpi diatas mimpi

Terkisah dari sekelompok komunitas sepeda yang benar benar rindu untuk bertemu dengan raja sepedah yang hidup tersembunyi di Gunung Gier tepat yang sangat jauh dan penuh rintangan. Untuk mencapai tempat itu mereka harus menempuh lima lembah dan hutan belukar serta jalan berbatu.

Mendengar cerita itu mereka yang berjiwa lemah yaitu low rider, pixie, seli, dan rally mengemukakan berbagai alasan untuk tidak ikut. Tinggalah 3 kelompok Montain Bike (MTB), Bike Packer (BP) dan Onthel.

Walau pergerakannya yang cukup lamban dibanding 2 kelompok itu, kelompok onthel yakin akan mampu menemui sang raja.

Perjalanan ini dipimpin oleh kelompok BP karena memang mereka sudah sering keliling negeri. karena itu perjalanan pun dimulai, namun baru saja menempuh lembah mereka mengeluh, dan merasa gentar membayangi perjalanan selanjutnya.

Satu-satunya jalan agar mereka mengerti dan sadar, pimpinan tertinggi BP harus terus terang bahwa mereka akan menembus tujuh lembah dan hutan belantara yang semuanya memikat simbol simbol yang penuh makna kerohanian. Para penggiat sepeda itupun merasa gembira dan kembali bersemangat.

Kali ini tidak sedikit korban berjatuhan ada yang framenya patah, ada yang terbawa derasnya sungai, ada yang mengangkat tangan laksana tayangan tv (dunia lain) dan ada juga yang tergeletak pingsan. Sisanya tetap melanjutkan perjalanan, hingga tibalah mereka di Gunung Gear yang mereka impikan. Di pintu gerbang mereka diperlakukan sangat kasar oleh para penjaga, namun mereka sudah cukup terlatih, maka pelayanpun menjemput dan menunjukkan jalan ke ruangan paduka Raja.

Didalam para penggiat sepeda itu keheranan karena memasuki ruangan hampa, luas tak terbatas. Dalam renung mereka gundah dan saling pandang. Dimana baginda raja yang mereka rindukan?. Disana mereka hanya menemukan cermin besar ukuran yang cukup menampakkan jumlah para penggiat sepeda yang ternyata diri merka sendiri yang nampak. Dalam kerinduan mencari sang raja, ternyata mereka hanya menemukan diri mereka sendiri.

“Sang raja tersingkap di dalam cermin kalbu-mereka sendiri,” kata onthel

Batavusqu mempesona sahabat dan pembaca dengan kisah itu, sebenarnya ia bicara perkara hal yang dalam dan rumit, mengenai gejolak kalbu yang di haru-biru-rasa rindu. Ini potret kerinduan kaum sufi untuk mampu berkhidmad dan memperoleh timbaan ilmu dan suguhan mesra dengan sang Pencipta, untuk mempersembahkan ketulusannya sebagai seorang hamba.

“Di pintuMu aku mengetuk —- aku tak berpaling” ujar Chairil Anwar

“Dimana Kau — rupa tiada, hanya kata merangkai hati,” kata Amir Hamzah

“Keberadaan Lahir — ketika kita terjatuh pada ketiadaan,” ungkap Rumi

Kerinduan sang hamba kepada sang Pencipta terlukis lewat keheningan, kehampaan namun semoga tetap mendapat khibroh dari kisah penggiat. Semangat dalam menempuh aral demi bertemu sang raja, bukan hanya raja yang didapat namun diri mereka yang tertemui. Dalam ungkap berarti mereka adalah raja raja yang terbimbing oleh MAHA RAJA.

Seperti biasa tersurat bukan untuk dipuji apalagi dihina namun hanya untuk menyuarakan Makna lain tentang Kerinduan

Mohon maap kelompok Fixie, Seli, Rally dan Low Rider ini hanya kisah bukan untuk saling merendahi

Salam Takzim Batavusqu

Artikel Tamu ini merupakan kiriman dari salah seorang yang selalu mencari kerinduan, kerinduan dalam Menjalin Persahabatan Yang Hakiki

Iklan
This entry was posted in ontel.

21 comments on “Kerinduan

  1. Rangga Tohjaya - DeFOC berkata:

    yah…para ksatria yg rindu kepada sang Maharajanya tetapi akhirnya bertaburan tergolek seperti boneka kencana adalah para ksatria yg punya segunung kerinduan tetapi tanpa ada CINTA didalam relung rongga dadanya…….percayalah wahai saudaraku….. milikilah CINTA………….. CINTA…dan …CINTA yg tulus untuk bisa mencapai Sang Maharaja nun jauh disana melalui titian jembatan “kerinduan”……
    Teriring salam dari Radenmas Rangga Tohjaya, Sang Pengabdi tanpa pamrih…selain ingin mendapatkan pahala yg berlimpah dariNYA Sang Maharaja sejati…….

  2. Batavusqu berkata:

    Subhannnallah kang mas Rangga Tohjaya komentarmu membuat getaran halus dalam setiap persendian, semoga pengabdian onthel mampu membuka pola pikir bagi mahluk sosial yang bernama manusia. semoga

  3. Rangga Tohjaya - DeFOC berkata:

    @Om Isro yg selalu ber”takzim” dan sangat terlalu jauh mengharap untuk dipuji…….dan dg kerendahan hati mohon untuk tidak dihina.
    Memang sebenar-benarnya percayalah wahai manusia….ya ayualadhi wa amanu (kata pak Ustad)…bahwa apapun kehidupan di dunia akan terasa indah dan bermanfaat apabila didasari oleh CINTA…..termasuk kita mencintai onthel….dan bukankah keberadaan kita di dunia juga dikarenakan adanya buah CINTA…..ditambah KASIH….ditambah SAYANG……..tak ubahnya kita mencintai onthel bagaikan kita mencintai permaisuri kita yg cantik jelita dirumah….hanya bedanya kalau onthel dipompa dulu, baru dinaikin………lha kalau permaisuri kita dinaikin dulu, baru dipompa……..ha ha ha ha……begitulah adanya…..jangan dikatakan porno njih…….

  4. Batavusqu berkata:

    Sungguh penjabaran cinta menambah khasanah ilmu kang mas, semakin sering kita mengenal CINTA maka semakin menjauh rasa BENCI.
    Walau pergerakan onthel tak sekencang Rally dan Fixie namun putaran rodanya menelusuri CINTA sang pengendara.

  5. englandmania 0905 berkata:

    cinta,loyalitas n totalitas adalah makna yang hampir sama,sebegitu juga halnya tumbuh kembang komunitas kita oom.Tanpa mengurangi rasa hormat kepada penikmat2 gowes yang lain,rasanya dengan duduk diatas sadel batavus/gazelle/raleigh/simplex/humber lebih punya makna.
    seperti angin yang singgah sesaat,menerpa wajahku dalam dalam
    seperti angin yang singgah sesaat,ku tak mau berpindah ke lain hati
    salam oom, by the way bgmn dgn rencana hut DEFOC?

  6. Rangga Tohjaya - DeFOC berkata:

    @Englandmania 09o5

  7. Rangga Tohjaya - DeFOC berkata:

    @Englandmania 09o5
    Sepertinya Cinta juga bisa mengalahkan segalanya ya Om?….angin seberapa besarnya menerpa wajah kita…akhirnya akan terasakan sirna oleh cinta yg ada didalam hati sanubari yg paling dalam dalam dada kita….tetapi cinta itu sendiri akan menambah virus kerinduan yg kita rasa…..itu adalah kharisma cinta yg dinyanyikan oleh Mbak Dewi Yul bersama Kang Broery Pesolima………Dan konon dahulu Nomo Kuswoyo juga pernah mendendangkan lagu “Rindu” buat apa apa yg kita cintai………
    HUT DeFOC ? Utk rencana bakti sosial ke panti tuna- ganda sudah ada dana sebesar Rp. 2.000.000,- (dua juta rph) lebih. Ayo siapa yg akan menambahkan?…..Marilah kita berlomba lomba mencari “tabungan ahirat” utk bekal kita nanti di hari kemudian disaat saat kita mengarungi kehidupan yg abadi…..percayalah janji Alloh benar adanya…….nuwun….

  8. Joko Wiyono DeFOC berkata:

    Kring..kring..Kring…..

    Nikmat rasanya Minggu kemarin masih bisa Bertemu, Berkumpul, Berbagi cerita walau gak bisa rutin lagi… Semoga Kebersamaan Punggawa DeFOC tetap terjalin, Kita biasa bersenda gurau sambil Berolah Raga dan Melestarikan Tunggangan-tunggangan Kita yang sudah semakin Langka.

    BRAVO DeFOC

    • ubai berkata:

      waduh ……………. yg dah punya tunggangan yg bisa ………………… ha……ha……………

      • englandmania 0905 berkata:

        oom ubay bisa aja,apalagi nyerempet2, tunggangan kan kependekan dari ‘tunggu aku di gang depan’ (depan wal-kot gitu),bukankah begitu mas jokowi (sambil dehem dan mantuk-mantuk)

  9. Rangga Tohjaya berkata:

    Masih sangat merindukan ngonthel bareng DeFOC beriringan dijalanan sambil “nglaras” menikmati kayuhan sepeda tua……apakah masih ada persahabatan(baca:persaudaraan) yang hakiki yang sama sama kita “ridukan”………???

    • englandmania defoc 0905 berkata:

      pakdhe rangga yang mulia : Ngonthel ibarat ‘klangenan’,sama seperti budaya nge-teh nasgithel,atau merawat perkutut piaraan.Hanya memang sequence waktu yang tidak bisa bersamaan,ada jadwal diluar skenario yg terkadang mengganggu ‘kebersamaan’ tadi.
      Sesungguhnya kita basudara pakdhe,sungguh…

  10. Rangga Tohjaya berkata:

    @Om Ubai…..huaduh saya malah ndak tau tuh…di koran apa sih Om Ubai..????
    Jangankan masuk koran….masuk pengadilan juga pernah lho saya Om…kemarin saya kena tilang gara gara nggak nyalain lampu motor saya……….eh polisinya saya kasih uang Rp.50.000,- nggak mau tuh……maunya berapa yah???????
    Makanya paling aman yah naik onthel aja lah yaaa..,.polisi takut sama onthel saya yg udah berkarat…..dan jelek lagiiii……

    • Onthelmania DeFOC berkata:

      Om Rangga :
      itu berarti pak polisi yang baik lho
      gak mempan suap
      karena yang ngasih dan yang nerima
      itu sama 2 salah lho
      lebih baik uangnya kasih saya aja om

    • englandmania 0905 berkata:

      pakdhe ki aneh,lha nyuap kok dipamerke,betul spt pakdhe goen,yg memberi dan menerima bakalan kena perkara (itu kalo ketahuan).
      paling aman ya memang gowes,ndak perlu BPKB,STNK.SIM,yang dibutuhkan hanya SKWW (Sikil Kenceng Weteng Whareg),gitu aja kok repot

  11. Rangga Tohjaya berkata:

    @Denmas Englandmania……pernah suatu ketika saya ngonthel dg Weteng Whareg….eh lah kok malah rasane abot tenan rasane awakku iki…bener memang Sikile rodo kenceng…tetapi bubar gitu…..huaduh gleyengan tenan je Denmas…….apa karena “kewharegen” yo….??? ……terlaluuuuuuu…….

  12. englandmania 0905 berkata:

    kebanyaken porsinya itu pakdhe (padahal orang2 ke senayan pada rebutan porsi).Saya sebelum apel pagi di WK ya isi amunisi dulu di jalan baru,maklum mau lewat tanjakan di pertigaan margonda.Kalau dihitung secara matematis,sukatani WK pp = depok tengah WK 4 x pp,he3

  13. Rangga Tohjaya DeFOC berkata:

    Om Hari…..bener memang Om……walaupun kita melakukan “ngonthel” kita mesthi menggunakan akal budi….maksudnya akal dan budi…..saya salahnya hanya menggunakan budi ( kekuatan ) saja, nggak pakai akal ….jadinya yah….klengerrrr…….tetapi semuanya juga akan saya ambil hikmahnya saja……dan ….next time better…….kados meniko to Om ??????

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s